Halaman

Kamis, 09 Januari 2014

Tulisan 4 & 5

Tulisan Ke 4 & 5
Pengorganisasian Struktur Manajemen
A.   Definisi Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.
Menurut para ahli:
Menurut Stoner dalam bukunya Dasar-dasar Organisasi, pengorganisasian adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui orang-orang dibawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama. Pengorganisasian adalah bentuk sebuah perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Menurut Siagian (1983), pengorganisasian adalah keseluruhan pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas, kewenangan dan tanggung jawab dalam sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat di gerakkan sebagai suatu kegiatan kesatuan yang telah ditetapkan. Dalam kamus lengkap bahasa indonesia, pengorganisasian merupakan kegiatan merancang dan merumuskan struktur.
B.   Definisi Struktur Organisasi
Struktur organisasian adalah kerangka kerja formal organisasi yang dengan kerangka kerja itu tugas-tugas pekerjaan dibagi-bagi, dikelompokkan, dan dokoordinasikan.

C.   Pengorganisasian Sebagi Fungsi Manajemen

1. Mengatur orang - orang.
2. Mengatur kegiatan dalam perusahaan
3. Mengadakan pembagian kerja.
4. Menempatkan orang-orang dalam departemen.
5. Menetapkan batasan-batasan wewenang

              
D.   Manfaat Struktur Fungsional dan Struktur Divisional

Struktur Organisasi adalah susunan dan hubungan-hubungan antar komponen bagian-bagian dan posisi-posisi dalam suatu perusahaan.
1.            Struktur Fungsional
Jenis struktur organisasi ini mengelompokkan orang berdasarkan fungsi yang mereka lakukan dalam kehidupan profesional atau menurut fungsi yang dilakukan dalam organisasi. Bagan organisasi untuk organisasi berbasis fungsional terdiri dari Vice President, Sales department, Customer Service Department, Engineering atau departemen produksi, departemen Akunting dan Administratif.
Manfaat struktur fungsional :
-          Struktur ini paling sesuai untuk lingkungan yang stabil.
-          Dapat mencapai skala ekonomis pada masing-masing bagian.
-          Merangsang berkembangnya keterampilan yang bersifat fungsional.
-          Sesuai untuk organisasi berukuran kecil sampai sedang.
-          Baik bagi organisasi yang menghasilkan satu atau sejumlah kecil jenis produk.

2.            Struktur Divisional
Struktur divisional (divisional structure) atau struktur desentralisasi (decentralized structure) umumnya dibutuhkan untuk memotivasi karyawan, mengendalikan operasi, dan meraih kesuksesan dalam bersaing di lokasi majemuk. Struktur divisional memiliki beberapa keuntungan atau manfaat yaitu :
a.       Akuntabilitas menjadi jelas sehingga manajer divisional dapat diminta tanggung jawab atas penjualan dan tingkat keuntungan.
b.      Menciptakan peluang pengembangan karier bagi manajer, memungkinkan kontrol lokal dari suatu situasi, mengarahkan organisasi pada iklim kompetisi, dan memungkinkan bisnis dan produk baru ditambahkan dengan mudah.  
c.       Paling sesuai untuk lingkungan yang tidak stabil dengan perubahan cepat.
d.      Penanggung jawab produk jelas.
e.       Koordinasi antar fungsi baik.
f.       Mudah beradaptasi dengan tuntutan luar.
g.      Sesuai untuk organisasi berukuran besar.
h.      Baik bagi organisasi yang menghasilkan banyak produk.

E.    Kerugian Stuktur Fungsional dan Struktur Divisional

-          Kerugian struktur fungsional : Mengejar tujuan fungsional dapat menyebabkan para manajer kehilangan pandangan tentang apa yang terbaik bagi keseluruhan organisasi; spesialis fungsional menjadi terkucil dan sedikit memahami tentang apa yang dilakukan unit lainnya.
-          Kerugian struktur divisional : Kegiatan dan sumber yang rangkap meningkatkan biaya dan mengurangi efisiensi.

Sumber :
Fathoni, Abdurrahmat. 2006. Organisasi dan manajemen sumber daya manusia. Bandung: Rineka Cipta.
Robbins, S.P & Coultet Mary, (2009), Management 8 Edition, San Diego State University & Southwest Missouri State University.
T. Hani Handoko, Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia, Penerbit Liberty, Yogyakarta, 1985.
K, Soekarno. (1986). Dasar Dasar Manajemen. Jakarta : Miswar.
Wiludjeng, SP Sri. (2007). Pengantar manajemen. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar